Nasehat ntuk saudara2 kuh …

Faiza Sabila 16 Desember jam 11:23
Sahabat Ibnu Abbas ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda “Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu bersepi-sepi dengan seorang wanita, kecuali beserta mahram” (HR Bukhari dan Muslim)

Saudaraku…

Hadits diatas sangat perlu kita resapi dalam-dalam bagi kita seorang muslim dan muslimah sejati, terutama kepada kader da’wah. Mungkin saja kita lupa atau khilaf dalam menjalankan kehidupan ini. Untuk itu mari kita saling nasehat menasehati…

Chating…

Hari ini sudah banyak pasilitas yang bisa menghubungkan seseorang dari jarak jauh dengan teman, adik, kakak, abang, paman, mantan teman dan bahkan mantan pacar yang sudah lama hilang dari peredaran kahidupan pribadi kita. Salah satu pasilitas itu adalah melalui chating di inbox yang ada di komunitas jejaring social yang ada di internet seperti facebook, dll.

Kita sangat sadar sekali, kalau kita berkomunikasi melalui chating, tidak ada satu orangpun yang tahu kecuali Allah. Awalnya mungkin chating hanya sekitar pertanyaan dan jawaban tentang aktifitas, kemudian tempat tinggal… intinya pembicaraan ringan… “Untuk perasaan pada saat itu sih biasa-biasa saja” jawab kita dalam hati… Namun setelah pembicaraan itu masuk pada wilayah perasaan, (mungkin saat itu kita lagi ada persoalan dg suami atau Istri atau persoalan lainnya) disinilah syetan mulai memainkan peran yang sebenarnya… Kalau waktu itu kita chating dengan mantan pacar, maka mantan pacar kita dengan santun akan mengatakan, “Kamu harus tegar, Tabah ya, Kamu harus yakin dg dirimu dll kata-kata simpati yang bisa menggugah. Atau kalimat lain seperti “Kamu masih seperti dulu, masih sangat baik, masih… dll yang menggugah perhatiannya seperti pada masa lalu, maka bisa jadi itulah awal terjalinnya kembali perasaan masa lalu yang indah… Atau bisa jadi dia adalah teman biasa yang pernah kenal dimasa SMA atau Kuliah misalnya, atau dia hanya teman yg kenal di facebook saja, kalau chatingnya dilakukan terus menerus setiap hari dari pagi sampai malam, atau ada jadwal rutin chating dengannya, atau setiap buka facebook ada dia, dan ketika chating dibumbui dengan canda, ketawa ketiwi dan bahkan memancing lawan chating untuk mengungkapkan perasaannya (naudzubillahi mindzaliq) maka lambat laun perasaan itu tumbuh menjadi cinta yang dibisikkan oleh syetan, dan akhirnya menjerumuskan kita ke dalam neraka yang apinya menyala-nyala…

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS. An Nur : 31.

Saudaraku…

Munkin itulah salah satu yang dimaksud dari hadits diatas. Bisa jadi, karena hanya ada dua orang berlainan jenis melakukan chating (mungkin bercanda ria) yang tidak ada siapapun yang tahu, maka disitulah wilayah syetan merusak kehidupan manusia, karena kita telah berduaan dari sisi perasaan dan hati, walaupun tidak berduaan dari sisi jasad. Sebab kalau kita sudah terlena, maka kita tidak akan tahu lagi mana batasan nilai kebenaran dan keburukan. Bisa jadi kita sedang “berzina…”

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi Saw telah bersabda “Perzinaan bagi mata adalah memandang, perzinaan bagi telinga adalah mendengar. perzinaan bagi mulut adalah pembicaraan. perzinaan bagi tangan adalah meraba, perzinaan bagi kaki adalah berjalan menuju kemaksiatan, dan perzinaan bagi hati adalah terangsang, berharap, dan membetulkan apa yang menjadi ajakan farji (alat kelamin) (HR Bukhari dan Muslim)

Bagi kita yang belum berumah tangga, jangan nodai identitas kita sebagai generasi muda Islam dg hal-hal yang picisan ini. Dan bagi saudaraku yang sudah berumah tangga, jagalah keluarga kita menjadi keluarga sakinah, warohmah dan da’wah. Jangan nodai bahkan dihancurkan dengan bisikan syetan hanya dengan fasilitas yang ada saat sekarang ini. Seharusnya fasilitas itu kita jadikan sarana untuk amal ma’ruf dan nahi mungkar…

Saudaraku…

Kita semua belum terlambat, masih ada kesempatan untuk menyadari bagi kita yang sudah terlanjur melakukannya… Dan bagi kita yang belum masuk dalam persoalan ini, mari kita bentengi diri kita dengan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai Islam…

Saudaraku… maafkan kalau aku salah dalam menulis nasehat ini, karena aku hanya manusia biasa. Salam sayangku sebagai seorang yang mencinta Allah dan Rasul-Nya… Allahu Akbar…

Wassalam
Faiza Sabila.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s